Bid. Aset
TENGGARONG — Teori tanpa eksekusi di lapangan hanyalah wacana. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mengawal Aksi Perubahan TANGKAS (Tertibkan Aset dan Penghapusan Piutang Pajak Melalui Kolaborasi Aparat Setempat). Setelah sukses mengunci payung hukum, Tim Efektif BPKAD kini bergerak progresif mengevakuasi Kendaraan Dinas Operasional (KDO) rongsokan sekaligus mengimplementasikan teknologi pelacakan mutakhir.
Selama bertahun-tahun, melacak keberadaan fisik KDO yang mangkrak dan tersebar di puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Ketiadaan data lokasi ini menciptakan blind spot (titik buta) yang menyandera proses administrasi. Menjawab tantangan tersebut, BPKAD menerapkan inovasi pelacakan spasial atau Geo Tagging. Sistem ini mewajibkan seluruh Pengurus Barang di OPD untuk memetakan titik koordinat aset KDO bermasalah mereka, mengubah data statis di atas kertas menjadi visualisasi digital yang presisi secara real-time.
Berbekal data koordinat geospasial yang akurat, Tim Eksekutor BPKAD tidak lagi menunggu bola. Penertiban fisik dilakukan secara masif dan terarah. Puluhan bangkai kendaraan dinas mulai dari lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Sosial (Dinsos), hingga instansi lainnya yang selama ini dibiarkan membusuk di lahan parkir, berhasil dievakuasi dan dipusatkan ke Gudang Penyimpanan Aset BPKAD Kutai Kartanegara.
"Kami mengubah cara kerja dari pasif menjadi proaktif. Pelacakan koordinat dan evakuasi fisik membuktikan bahwa TANGKAS benar-benar bergerak di lapangan," tegas Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar sekaligus Project Leader TANGKAS, Bagus Eko Sampurno, S.St.Pi., saat memimpin langsung proses evakuasi aset daerah.
Manuver fisik berskala besar ini membuktikan komitmen serius pemerintah daerah dan mendapat atensi langsung dari pucuk pimpinan eksekutif serta penegak hukum. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono, M.M., bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Kartanegara, Aji Kalbu Pribadi, S.H., M.H., melaksanakan Kunjungan Lapangan (KunLap) untuk meninjau langsung tumpukan eks-KDO di Gudang BPKAD.
Dalam inspeksi tersebut, Bagus Eko Sampurno memaparkan langsung kondisi fisik kendaraan rongsokan (scrap) di hadapan Kajari dan Sekda. Kehadiran dua petinggi daerah di tengah tumpukan aset scrap ini bukan sekadar tinjauan biasa, melainkan wujud validasi faktual bahwa eksekusi penarikan yang dilakukan oleh BPKAD adalah sah, transparan, dan mendapat pelindungan hukum penuh dari negara.
Kumpulan KDO berstatus rusak berat yang kini telah terpusat di satu titik ini selanjutnya akan dieksekusi secara administratif. Pemusatan fisik ini menjadi landasan mutlak bagi BPKAD untuk memutus laju tagihan "pajak hantu" di Samsat Provinsi, serta mempercepat proses valuasi bersama Tim Penilai Internal Kejaksaan guna dilakukan pelelangan atau pemusnahan secara clear and clean.